FGD Reformulasi Gerilya Udara Hadapi Perang Berlarut

- Reporter

Rabu, 11 Maret 2026 - 08:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Danlanud Sultan Hasanuddin Ikuti FGD Reformulasi Gerilya Udara Hadapi Perang Berlarut

MAKASSAR CARIBERITA – Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, M.Han. mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Staf Ahli Kasau TA 2026 secara daring di Rupat Mako Lanud Sultan Hasanuddin, Selasa (10/3/2026).

FGD tersebut mengangkat tema “Reformulasi Gerilya Udara dalam Menghadapi Perang Berlarut”, dalam forum ini TNI Angkatan Udara membahas konsep gerilya udara sebagai strategi pertahanan masa depan guna menghadapi perang modern yang semakin kompleks dan berlarut.

Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., dalam sambutannya saat membuka FGD ini menegaskan perubahan lingkungan strategis global dan perkembangan teknologi militer menjadikan konflik bersenjata semakin kompleks dan bersifat multi-domain.

Kondisi tersebut menuntut kekuatan udara yang tidak hanya memiliki daya tempur tinggi, tetapi juga ketahanan operasi, fleksibilitas, serta kemampuan pemulihan yang cepat.

Kasau juga menjelaskan konsep gerilya udara perlu direformulasi sebagai pendekatan operasional yang mampu menjaga keberlangsungan daya tempur udara. Lebih lanjut Kasau menekankan pentingnya penguatan infrastruktur pangkalan, fleksibilitas pola operasi, ketahanan logistik, serta kemampuan pemulihan fasilitas secara cepat.

Selain itu, sinergi dengan industri pertahanan nasional dan pemanfaatan teknologi modern seperti sistem tanpa awak, sensor, komando digital, serta kemampuan peperangan elektronik menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya tahan operasi udara

Baca juga :  No Tawuran, No Balapan Liar! Patroli Malam Koramil 05/KJ Sapu Jl. Panjang - Gren Ville
Follow WhatsApp Channel cariberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Prajurit Puspenerbad Gugur Saat Padamkan Karhutla
21 Ribu Prajurit TNI AL Disiagakan di Jakarta, Ada Apa?
Heli MI-17V5 Jatuh Saat Ambil Air Laut di Sungai Perlu Seruyan, 1 Kru Gugur 5 Selamat 2 Masih Dievakuasi
Dari Bandung ke 3 Provinsi, TNI Kembali Kerahkan 289 Penyuluh Karhutla Sisir Sumsel, Kalteng dan Kalsel
TNI Kembali Kerahkan C-130 Hercules A-1340 Angkut 12 Ton Garam untuk buat Kendari Sultra
180 Prajurit Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-M MINUSCA Berangkat ke Afrika Tengah
TNI dan BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca, Tabur 14 Ton Garam di Langit Kalimantan dan Sumsel Atasi Karhutla
TNI Siapkan 1.311 Penyuluh Cegah Karhutla di Sumatera dan Kalimantan, Tekankan 6 Pedoman Pencegahan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:07 WIB

Dua Prajurit Puspenerbad Gugur Saat Padamkan Karhutla

Kamis, 5 November 2026 - 00:52 WIB

21 Ribu Prajurit TNI AL Disiagakan di Jakarta, Ada Apa?

Rabu, 4 November 2026 - 22:00 WIB

Heli MI-17V5 Jatuh Saat Ambil Air Laut di Sungai Perlu Seruyan, 1 Kru Gugur 5 Selamat 2 Masih Dievakuasi

Rabu, 4 November 2026 - 21:42 WIB

Dari Bandung ke 3 Provinsi, TNI Kembali Kerahkan 289 Penyuluh Karhutla Sisir Sumsel, Kalteng dan Kalsel

Rabu, 4 November 2026 - 12:47 WIB

180 Prajurit Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-M MINUSCA Berangkat ke Afrika Tengah

Berita Terbaru

Milter

Dua Prajurit Puspenerbad Gugur Saat Padamkan Karhutla

Kamis, 5 Nov 2026 - 17:07 WIB

Berita Utama

21 Ribu Prajurit TNI AL Disiagakan di Jakarta, Ada Apa?

Kamis, 5 Nov 2026 - 00:52 WIB