AMBON, CARIBERITA — Pemandangan tak lazim terlihat di perairan Laut Banda, Jumat (16/10/2026). Terlihat ratusan prajurit TNI Angkatan Laut dalam posisi siaga tempur.
Tampak tiga kapal perang dan pesawat udara TNI AL bergerak dalam formasi tempur di Laut Banda.
Ternyata perairan Laut Banda dipilih menjadi arena latihan tempur para prajurit Jalasena ini. Sebutan prajurit Jalasena merupakan julukan bagi para prajurit TNI AL.
Latihan tempur kali ini merupakan Latihan Setingkat L-3 ini melibatkan prajurit dari Gugus Tempur Laut (Guspurla) III dan Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Komando Armada III.

Sandi latihan ini adalah “Banda Sakti” dan melibatkan Kapal Perang KRI Kapak-625, KRI Balongan-908 dan KRI Posepa-870 serta unsur pesawat udara Casa U-6215 di laut Banda.
Latihan ini dilaksanakan dalam rangka menguji satu hal mendasar yaitu profesionalisme prajurit Jalasena Koarmada III dan interoperability unsur laut dan udara yang bergerak sebagai satu kesatuan guna mendukung pelaksanaan tugas operasi yang bertujuan menjaga keamanan serta kedaulatan wilayah perairan Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya di Indonesia Timur.
Adapun materi yang dilatihkan dalam latihan ini antara lain Comcheck, Leaving Harbour, Mine Field Transit (melawati medan ranjau), Damage Control Exercise (penanggulangan kedaruratan), Replenishment at Sea (Pembekalan di laut), Air Defense Exercise, (pertahanan udara) serta Air Joining Procedure.
Kegiatan ini sejalan dengan penekanan Pangkoarmada III Laksamana Muda TNI Dato Rusman Sutan Nurdin, S.E, M.Si, M.Tr.Opsla yang menegaskan agar seluruh unsur senantiasa meningkatkan profesionalisme, kesiapsiagaan dan kemampuan tempur dalam menghadapi dinamika tugas operasi.

Hal ini juga sejalan dengan komitmen dan arahan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, yang berharap agar prajurit Jalasena senantiasa rutin melaksanakan latihan untuk untuk mendukung pencapaian dan keberhasilan tugas TNI AL.
Sekedar informasi Latihan setingkat L-3 TNI AL atau dikenal sebagai Gladi Tugas Tempur (Glagaspur) Tingkat III / L-3 adalah tahapan latihan tempur tertinggi bagi satuan operasional di jajaran TNI Angkatan Laut yang menitikberatkan pada kerjasama taktis antar-unsur (inter-operabilitas) dalam suatu gugus tugas operasi.
Berbeda dengan L-1 (tingkat individu/prajurit) dan L-2 (tingkat internal satu unsur/KRI), latihan L-3 mengintegrasikan berbagai jenis alutsista dan satuan tempur secara terpadu.
Untuk unsur yang dilibatkan KRI Kapak (625) adalah kapal perang Indonesia berjenis Kapal Cepat Rudal (KCR-60).
KRI Balongan-908 adalah kapal perang milik TNI Angkatan Laut dengan jenis Bantu Cair Minyak (BCM) atau kapal tanker.
KRI Posepa-870 adalah kapal perang Republik Indonesia jenis Patroli Cepat (PC-40 meter) milik TNI Angkatan Laut yang beroperasi di bawah kendali Guskamla Koarmada III dan masuk dalam satuan kapal patroli Lantamal IX Ambon.
Pesawat udara Cassa U-6215 adalah pesawat militer jenis NC 212-200 Aviocar milik TNI Angkatan Laut (TNI AL) dari Skuadron Udara 600 Wing Udara 2 Puspenerbal. (*)
Penulis : Imanuel Alinan
Editor : Manuel
Sumber Berita: Guspurla III




















