Trah Sultan HB II Tuntut Inggris Kembalikan Koin Perak Bernilai 8.36 Trilyun Lebih

- Reporter

Sabtu, 19 Oktober 2024 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURAKARTA, CARIBERITA – Trah Sri Sultan Hamengkubuwono II menuntut Inggris segera mengembalikan asset dan manuskrip milik Sri Sultan Hamengkubuwono II yang dijarah Inggris saat peristiwa Geger sepehi 1812.

“Kami meminta Inggris segera mengembalikan asset dan manuskrip milik eyang kami ke pihak keluarga Sri Sultan HB II. Sebelumnya, data kami hanya mencatat ada ratusan manuskrip dan 57 ribu emas yang dijarah Inggris saat peristiwa Geger Sepehi 1812.Ternyata ada data yang baru kami temukan, bahwa Inggris juga menjarah harta eyang kami lainnya, yaitu berupa koin perak yang jika dirupiahkan nilainya bisa mencapai 8,36 triliun lebih. Ada juga harta-harta lainnya yang yang jumlahnya mencapai 17 Milyar lebih,” tegas Fajar Bagoes poetranto,perwakilan Trah Sultan HB II.

Fajar membeberkan jika dalam Lembaran Negara Jawa, Batavia, Sabtu, 18 Juli 1812 yang dikutip dalam makalah karya Knapman, G & Boonstra, S 2023, ‘Penjarahan dan Hadiah di Jawa 1812: Legalitas dan Konsekuensinya bagi Penelitian dan Pengembalian Koleksi Raffles’, Seni Kuno dan Hukum, vol. 28, no. 3 tertulis bahwa ada koin perak senilai 500 ribu Pound sterling atau pada tahun 2021 nilainya setara dengan USS 542 juta yang juga dijarah oleh Inggris. Jika dirupiahkan maka nilai koin perak yang di jarah oleh Inggris mencapai Rp. 8, 3 Triliun.

Tidak hanya itu, dalam tulisan Batavia Ledger’ IOR/G/21/46 hal. 1225 juga tertulis bahwa Inggris juga menjarah harta HB II lainnya senilai $4.493 (dolar Spanyol) yang jika ditotal akan bernilai $1.150.000USD pada tahun 2021. Jika dirupiahkan maka nilainya mencapai 17 Milyar lebih. Dalam makalah karya Knapman, G & Boonstra, S 2023 disebutkan bahwa harta dan benda-benda penting milik HB II diduga masuk ke dalam koleksi British Museum, British Library, National Trust, Royal Collection Trust dan Victoria and Albert Museum serta Museum India di Kolkata, India.

Baca juga :  Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdatul Ulama (LWPNU) DKI Jakarta Gelar Diskusi Publik Wakaf Uang

Fajar juga menambahkan pihaknya meminta Presiden terpilih Prabowo Subianto ikut berjuang bersama Trah HB II untuk menuntut Inggris mengembalikan asset dan manuskrip milik HB II, mengingat Prabowo Subianto juga adalah keturunan Sri Sultan HB II.

“Kami ucapkan selamat atas dilantiknya Prabowo Subianto sebagai Presiden Indonesia. Kami sangat berharap Prabowo Subianto berjuang bersama kami untuk mengembalikan asset 57 ribu emas, koin perak yang nilainya 8, 36 triliun lebih, serta asset lainnya dan manuskrip milik eyang kami untuk dikembalikan ke pihak keluarga. Kami juga berharap Prabowo Subianto dapat menjadikan Sri Sultan HB II sebagai Pahlawan Nasional. Ini harus menjadi agenda besar dalam pemerintahan Prabowo Subianto, mengingat ia juga merupakan keturunan Sultan HB II, ” tegas Fajar Bagoes Poetranto.

Fajar Bagoes Poetranto juga mengatakan pihaknya mengapresiasi rencana dibentuknya Direktorat Repatriasi dan Preservasi yang berada di bawah naungan Dirjen Diplomasi Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan.

“Rencana pembentukan Kementerian Kebudayaan, Direktorat Repatriasi dan Preservasi menjadi awal yang baik dalam rangka menuntut pengembalian asset dan manuskrip milik eyang kami dan Prabowo Subianto, yaitu Sultan HB II. Itu semua harus dikembalikan ke pihak keluarga,” harapnya.

Ia juga berharap Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Keraton Yogyakarta dapat duduk bersama untuk membahas tentang pengembalian asset dan manuskrip milik Sultan HB II.

“kami berharap agar Inggris juga meminta maaf kepada keturunan Sultan HB II karena peristiwa geger sepehi 1812 telah melukai perasaan anak keturunan. Sekali lagi, kami menaruh harapan yang besar kepada Pak Prabowo Subianto agar berjuang bersama kami dalam menuntut pengembalian asset dan manuskrip milik eyang kami dan menjadikan HB II sebagai pahlawan nasional,” tambahnya.

Follow WhatsApp Channel cariberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT ke-26 LMP dan Sumpah Pemuda: Tabur Bunga di Makam Pendiri
Mabes Laskar Merah Putih Peringati Hari Kebudayaan Nasional 2026: Tegaskan Budaya Sebagai Pemersatu dan Benteng Keutuhan NKRI
Tindak Lanjut Arahan Ketum, LMP Gandeng Pecinta Alam Bentuk Team Rescue Nasional
Innalillahi! Wartawan Senior Aceh & Ayah Wamen Komdigi Nezar Patria, H. Sjamsul Kahar Wafat – Saksi 3 Zaman Pers Indonesia
Muktamar ke-35: Ujian Ketulusan Berkhidmah
Berawal Dari Hobi, Merajut Jadi Wadah Bagi Ny. Zuhria Untuk Mengekspresikan Diri
Dikawal Pasukannya, Ketum LMP H. M Arsyad Cannu Hadiri Buka Puasa Bersama dan Peringatan Nuzulul Qur’an Keluarga Besar BPP KKSS
Ketua Umum Laskar Merah Putih Tegaskan Dukungan: Polri Harus Tetap di Bawah Kendali Langsung Presiden
Berita ini 7 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:21 WIB

HUT ke-26 LMP dan Sumpah Pemuda: Tabur Bunga di Makam Pendiri

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Mabes Laskar Merah Putih Peringati Hari Kebudayaan Nasional 2026: Tegaskan Budaya Sebagai Pemersatu dan Benteng Keutuhan NKRI

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Tindak Lanjut Arahan Ketum, LMP Gandeng Pecinta Alam Bentuk Team Rescue Nasional

Kamis, 24 September 2026 - 14:50 WIB

Innalillahi! Wartawan Senior Aceh & Ayah Wamen Komdigi Nezar Patria, H. Sjamsul Kahar Wafat – Saksi 3 Zaman Pers Indonesia

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Muktamar ke-35: Ujian Ketulusan Berkhidmah

Berita Terbaru

Milter

Dua Prajurit Puspenerbad Gugur Saat Padamkan Karhutla

Kamis, 5 Nov 2026 - 17:07 WIB

Berita Utama

21 Ribu Prajurit TNI AL Disiagakan di Jakarta, Ada Apa?

Kamis, 5 Nov 2026 - 00:52 WIB