Aksi Kontak Tembak di Papua, Salah Satu Pimpinan OPM Tumbang di Tembak Aparat Gabung TNI Polri

- Reporter

Sabtu, 6 April 2024 - 11:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terlibat Pembunuhan Aparat dan Ganggu Stabilitas Keamanan Papua, Pimpinan OPM Abu Bakar Kogoya Tewas Ditembak Aparat Gabungan TNI-Polri

PAPUA, CARIBERITA – Kontak tembak Aparat Keamanan Gabungan TNI-Polri dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Tembagapura Mimika Papua pada hari Kamis sore (4/4/2024) mengakibatkan salah satu pimpinan OPM, Abubakar Kogoya, tewas.

Kejadian tewasnya Abubakar Kogoya ini bukan tanpa sebab musabab yang jelas. Rentetan aksi teror dan kriminal yang mengganggu keamanan di bumi Papua, sering menyebabkan korban di pihak Aparst TNI-Polri dan warga sipil.

Dilansir dari Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Kapen Kogabwilhan) Kolonel Czi Ign Suriastawa bahwa rekam jejak kekejaman aksi Abubakar Kogoya pada tanggal 21 Oktober 2017 telah tercatat dalam Laporan Polri (LP) dimana Abubakar terlibat dalam penembakan terhadap 2 orang anggota Brimob Polri bernama Bharada Almin dan Brigadir Mufadol di Mile 69, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika.

Aksi serupa dilakukan oleh Abubakar Kogoya dilokasi yang sama pada tanggal 14 November 2017, dimana dia terlibat dalam penembakan terhadap mobil LWB nomor lambung 01-4887.

Selanjutnya, pada tanggal 30 Maret 2020, Abubakar Kogoya terlibat kembali dalam penembakan di Gedung OB-1 Alun-alun Kuala Kencana, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika yang menyebabkan 1 orang Warga Negara Asing (WNA) bernama Graeme Thomas Wall meninggal dunia (MD) dan 2 orang karyawan mengalami luka tembak.

Lebih lanjut, berdasarkan rekam jejak, bergabungnya Abubakar Kogoya ke dalam OPM telah terpantau dibawah pimpinan Lekagak Telenggen, dengan wilayah operasinya di Kabupaten Puncak, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Intan Jaya.

“Tindakan tegas Aparat Keamanan Gabungan TNI-Polri mereduksi kekuatan OPM merupakan upaya untuk menjaga stabilitas keamanan demi kelancaran percepatan pembangunan di wilayah Papua,” ucap Kolonel Czi Ign Suriastawa
Baca juga :  Prajurit Berjalan kaki 5km, Salurkan Bantuan Logistik ke Desa Naga Timbul, Desa Mompang, dan Desa Mardame
Follow WhatsApp Channel cariberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Muhammad Harist Putra Asal Aceh Besar Wujudkan Mimpinya Jadi Prajurit TNI AD
Pererat Solidaritas TNI-Polri, Kapolri Silaturahmi ke Mabes TNI
Perwira Korps Hukum TNI AD Raih Gelar Master dan Lulus Pendidikan Setingkat Lemhannas di Pakistan
Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026
kunjungan Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Air Weapon Range (AWR) Dwi Harmono Maluka Baulin
Peninjauan 4 yonif TP di Jawa Timur
Peresmian Lima Bendungan Secara Terpusat dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto
Berikut Nama-nama 45 Pati TNI AD Yang Naik Pangkat
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 19:03 WIB

Muhammad Harist Putra Asal Aceh Besar Wujudkan Mimpinya Jadi Prajurit TNI AD

Senin, 13 Juli 2026 - 18:42 WIB

Pererat Solidaritas TNI-Polri, Kapolri Silaturahmi ke Mabes TNI

Senin, 13 Juli 2026 - 18:37 WIB

Perwira Korps Hukum TNI AD Raih Gelar Master dan Lulus Pendidikan Setingkat Lemhannas di Pakistan

Senin, 13 Juli 2026 - 18:31 WIB

Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 18:25 WIB

kunjungan Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Air Weapon Range (AWR) Dwi Harmono Maluka Baulin

Berita Terbaru

Berita Utama

Pererat Solidaritas TNI-Polri, Kapolri Silaturahmi ke Mabes TNI

Senin, 13 Jul 2026 - 18:42 WIB

Milter

Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026

Senin, 13 Jul 2026 - 18:31 WIB