Transformasi Sishankamrata Aktif : Strategi Menghadapi Dinamika Lingkungan Strategis, Perkembangan Geopolitik Global, Serta Ancaman Pertahanan

Pembekalan kepada Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LV Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI dan Polri Tahun Anggaran 2026

- Reporter

Senin, 20 Juli 2026 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hadapi Ancaman Masa Depan, Kasad Dorong Transformasi Sishankamrata Aktif

 

BANDUNG, CARIBERITA – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., mendorong transformasi Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) menjadi Sishankamrata Aktif sebagai strategi menghadapi dinamika lingkungan strategis, perkembangan geopolitik global, serta ancaman pertahanan yang semakin kompleks.

 

Gagasan tersebut disampaikan Kasad saat memberikan pembekalan kepada Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LV Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI dan Polri Tahun Anggaran 2026 di Sesko TNI, Bandung, Jawa Barat, Senin (20/7/2026).

 

Dalam pembekalannya, Kasad menjelaskan bahwa karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah yang luas, kondisi geografis yang menantang, serta keberagaman suku, agama, ras, dan budaya merupakan potensi strategis yang harus dioptimalkan dalam membangun sistem pertahanan negara. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut lahirnya inovasi, termasuk dalam pengembangan alat utama sistem senjata (Alutsista) yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah Indonesia.

 

“Sering disampaikan oleh Presiden bahwa Sishankamrata kita adalah strategi pertahanan yang terbaik. Indonesia memiliki keunggulan jumlah penduduk dan wilayah Nusantara yang luas. Di antara kerumitan-kerumitan itu, banyak potensi (sumber daya), yang bila kita kreatif bisa kita manfaatkan,” ujar Kasad.

 

Kasad menegaskan bahwa konsep Sishankamrata yang diwariskan para pendiri bangsa dan sesepuh TNI tetap relevan sebagai sistem pertahanan nasional. Namun, implementasinya perlu terus dikembangkan agar lebih aktif, adaptif, dan mampu menjawab berbagai tantangan pertahanan di masa depan. Karena itu, setiap perwira juga harus memahami sejarah terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai landasan dalam merumuskan strategi pertahanan yang tepat.

 

Selain membahas strategi pertahanan, Kasad menekankan pentingnya membangun karakter kepemimpinan yang visioner, adaptif, dan berintegritas. Menurutnya, seorang perwira tidak hanya dituntut menguasai aspek teknis dan taktis kemiliteran, tetapi juga memiliki wawasan strategis yang mampu mendukung terwujudnya kemandirian ekonomi dan industri pertahanan nasional melalui optimalisasi potensi sumber daya yang dimiliki bangsa.

Baca juga :  Aksi Sigap Jajaran Koramil 1608-04/Woha Berantas Pelaku Peredaran Narkoba

 

Kasad juga mengingatkan pentingnya memperkuat sinergi antara TNI, Polri, dan seluruh komponen bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari dinamika geopolitik, perkembangan teknologi, hingga berbagai bentuk ancaman multidimensi yang terus berkembang.

 

Pembekalan berlangsung secara interaktif melalui sesi dialog dan tanya jawab yang membahas berbagai isu strategis pertahanan nasional, transformasi TNI, serta pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembentukan calon pemimpin TNI dan Polri yang diharapkan memiliki cara berpikir strategis, adaptif, serta mampu menghadirkan solusi bagi kepentingan pertahanan negara di tengah perubahan lingkungan global yang semakin dinamis.

Sumber Berita: Dispenad

Follow WhatsApp Channel cariberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prosesi Pemakaman Militer Letkol Dudi Firmansyah di TMP Cikutra Bandung, Gugur Saat Padamkan Karhutla
Pemakaman Militer Kapten Cpn Nurhafiz Prajurit Puspenerbad Gugur di Kecelakaan MI-17 Seruyan
Dua Prajurit Puspenerbad Gugur Saat Padamkan Karhutla
21 Ribu Prajurit TNI AL Disiagakan di Jakarta, Ada Apa?
Heli MI-17V5 Jatuh Saat Ambil Air Laut di Sungai Perlu Seruyan, 1 Kru Gugur 5 Selamat 2 Masih Dievakuasi
Dari Bandung ke 3 Provinsi, TNI Kembali Kerahkan 289 Penyuluh Karhutla Sisir Sumsel, Kalteng dan Kalsel
TNI Kembali Kerahkan C-130 Hercules A-1340 Angkut 12 Ton Garam untuk buat Kendari Sultra
180 Prajurit Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-M MINUSCA Berangkat ke Afrika Tengah
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 21:24 WIB

Prosesi Pemakaman Militer Letkol Dudi Firmansyah di TMP Cikutra Bandung, Gugur Saat Padamkan Karhutla

Kamis, 5 November 2026 - 21:19 WIB

Pemakaman Militer Kapten Cpn Nurhafiz Prajurit Puspenerbad Gugur di Kecelakaan MI-17 Seruyan

Kamis, 5 November 2026 - 17:07 WIB

Dua Prajurit Puspenerbad Gugur Saat Padamkan Karhutla

Kamis, 5 November 2026 - 00:52 WIB

21 Ribu Prajurit TNI AL Disiagakan di Jakarta, Ada Apa?

Rabu, 4 November 2026 - 21:42 WIB

Dari Bandung ke 3 Provinsi, TNI Kembali Kerahkan 289 Penyuluh Karhutla Sisir Sumsel, Kalteng dan Kalsel

Berita Terbaru

Milter

Dua Prajurit Puspenerbad Gugur Saat Padamkan Karhutla

Kamis, 5 Nov 2026 - 17:07 WIB

Berita Utama

21 Ribu Prajurit TNI AL Disiagakan di Jakarta, Ada Apa?

Kamis, 5 Nov 2026 - 00:52 WIB