Konservasi Alam, Kasad Lepasliarkan Satwa Dilindungi di Hutan Sanggabuana

- Penulis

Rabu, 19 Februari 2025 - 09:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program Unggulan TNI AD, “Bersatu Dengan Alam

KARAWANG, CARIBERITA — Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., memimpin kegiatan pelepasliaran satwa dilindungi sekaligus melepas Tim Ekspedisi Macan Tutul di kawasan Resimen Latihan Tempur (Menlatpur) Sanggabuana, Kabupaten Karawang, Selasa (18/2/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya konservasi alam dan perlindungan terhadap keanekaragaman hayati.

Dalam penyelenggaraannya, acara ini juga melibatkan Sanggabuana Conservation Foundation (SCF), Yayasan Cikananga Konservasi Terpadu, Lembang Park and Zoo, serta PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. Area Kamojang.

Sejumlah hewan yang masuk kategori dilindungi, seperti elang ular bido, kijang, landak Jawa, musang, dan kancil, dikembalikan ke habitat alaminya setelah melalui proses rehabilitasi dan habituasi yang ketat.

Kasad menegaskan bahwa pelepasliaran ini merupakan wujud nyata komitmen TNI AD dalam pelestarian lingkungan dan ekosistem, serta bentuk dukungan penuh terhadap berbagai program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam menjaga kelestarian hutan lindung.

“Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keanekaragaman hayati demi kelangsungan hidup generasi mendatang. Harapan saya, para Pangdam dapat memelopori upaya konservasi alam dengan bekerja sama bersama berbagai pihak. TNI AD akan terus mendukung kegiatan Kementerian Kehutanan dalam pelestarian hutan lindung,” ujar Kasad.

Kasad juga menekankan bahwa kegiatan ini sejalan dengan program unggulan TNI AD, “Bersatu Dengan Alam,” yang mendukung pelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem hayati.

Hutan Sanggabuana sendiri merupakan kawasan hutan lindung yang berperan penting sebagai paru-paru hijau, rumah bagi berbagai spesies flora dan fauna, serta sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar. Peran aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian alam menjadi kunci keberhasilan konservasi jangka panjang.

Baca juga :  Serah Terima Jabatan Pangkogabwilhan II

Selain itu, pengembangan lahan pertanian dan perkebunan di sekitar hutan lindung diharapkan dapat menopang perekonomian masyarakat tanpa merusak keseimbangan ekosistem.

Dengan adanya pelepasliaran satwa dilindungi ini, diharapkan keseimbangan ekosistem tetap terjaga dan populasi satwa dilindungi dapat berkembang secara alami. (Dispenad)

Follow WhatsApp Channel cariberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Genjot Pembangunan 5 Unit Rumah di Kampung Keakwa, Fokus Pemasangan Atap
Apel Pagi Dilanjutkan Senam dan Olahraga Bersama Seluruh Personel Lanud Sjamsudin Noor
Buka Jalan Baru, Tingkatkan Mobilitas dan Perekonomian Warga Pulomerak
Gerakan Papua Pintar Tanamkan Wawasan Kebangsaan
Jembatan Garuda di Desa Gondanggunung Tulungagung 100% Rampung
Forum Satu Data TNI
Senjata Api Laras Pendek Beserta Perlengkapannya Berhasil Diamankan
Menuntaskan Proses Pemasangan Pintu MCK Umum di Kampung Keakwa
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:41 WIB

Genjot Pembangunan 5 Unit Rumah di Kampung Keakwa, Fokus Pemasangan Atap

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:19 WIB

Apel Pagi Dilanjutkan Senam dan Olahraga Bersama Seluruh Personel Lanud Sjamsudin Noor

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:13 WIB

Buka Jalan Baru, Tingkatkan Mobilitas dan Perekonomian Warga Pulomerak

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:04 WIB

Gerakan Papua Pintar Tanamkan Wawasan Kebangsaan

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:33 WIB

Forum Satu Data TNI

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Amankan Pelaku Curanmor Usai Kejar-kejaran di Jalan Pilar Mas Utama

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:23 WIB

Milter

Gerakan Papua Pintar Tanamkan Wawasan Kebangsaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:04 WIB