Kapuspen Memastikan Isu Pembakaran Mama Bertiga itu Hoax

- Penulis

Selasa, 27 Mei 2025 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Isu Pembakaran Mama Hertina oleh TNI adalah Hoaks: Faktanya Dibunuh Kelompok Separatis OPM

JAKARTA CARIBERITA – Beredar sebuah surat terbuka yang mengatasnamakan Antonia Hilaria Wandagau, menyebut TNI membakar hidup-hidup seorang perempuan bernama Mama Hertina Mirip di Intan Jaya.

Informasi tersebut dipastikan tidak benar dan menyesatkan. Klarifikasi dari pihak berwenang dan masyarakat lokal menyatakan bahwa Mama Hertina meninggal akibat kekerasan yang dilakukan kelompok separatis bersenjata OPM, bukan oleh aparat TNI.

Mama Hertina ditemukan meninggal dunia pada 23 Mei 2025 di Kampung Dugusiga, Distrik Sugapa. Berdasarkan keterangan saksi, perempuan lanjut usia tersebut mengalami gangguan jiwa dan sering berkeliaran seorang diri di hutan.

Ia terakhir terlihat hidup pada 15 Mei 2025, setelah mengungsi ke Kampung Mamba Bawah akibat ancaman dari kelompok bersenjata.

Terkait tuduhan terhadap TNI, Kapuspen TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi menegaskan bahwa tidak ada keterlibatan prajurit TNI dalam insiden tersebut.

“Ini murni hoaks yang dirancang untuk membentuk opini sesat bahwa TNI membunuh warga Papua. Faktanya, sejak 15 Mei 2025, TNI sudah ditarik dari Kampung Sugapa Lama atas permintaan Bupati dan tokoh masyarakat setempat,” ujarnya.

Pada 18 Mei 2025, Mama Hertina dilaporkan hilang dari posko pengungsian. Warga menduga ia kembali ke kampung asalnya, Jaindapa.

Dalam perjalanan, ia dicegat dan ditembak oleh kelompok bersenjata OPM pimpinan Daniel Aibon Kogoya, yang menuduhnya sebagai mata-mata TNI. Selain itu, klaim bahwa Mama Hertina memiliki anak adalah tidak benar.

Berdasarkan keterangan warga dan tokoh adat, Mama Hertina tidak memiliki keturunan, dan nama “Antonia Hilaria Wandagau” tidak dikenal oleh masyarakat sekitar. Jenazah Mama Hertina telah dimakamkan secara adat pada hari yang sama saat ditemukan.

Baca juga :  Klarifikasi Panglima Pajaji Atas Konten Viralnya Membuat Resah suku Etnis Tionghoa

TNI menghimbau seluruh masyarakat agar tidak menjadi penyebar hoaks dan memverifikasi setiap informasi, terutama yang berkaitan dengan konflik bersenjata di Papua.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya pada narasi fitnah. Yang terjadi justru menunjukkan kekejaman kelompok separatis yang menebar teror bahkan terhadap warga tak bersenjata. Setiap upaya adu domba antara aparat dan masyarakat adalah bagian dari strategi kelompok separatis untuk melemahkan kepercayaan publik. Jangan terprovokasi,” tegas Mayjen TNI Kristomei yang disampaikannya di Mabes TNI, Cilangkap, Senin (26/5/2025).

Follow WhatsApp Channel cariberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini Dia Lokasi 9 Jembatan Perintis Garuda Tahap 3 di Wilayah Korem 081/Dsj
LMP Berbagi sesama anak Bangsa, dengan Berbagi dan Menyantuni Anak yatim kita kuatkan Ukhuwah Islamiyah
Peringatan Hari Ulang Tahun Kostrad ke 65
Kunjungan Kerja Dubes LBBP RI Untuk Republik Islam Pakistan ke Mabes TNI
Penyusunan Batu Bata RTLH di Desa Mandiri
Penemuan dan Evakuasi Kecelakaan Pesawat Pelita Air di Pegunungan Krayan Timur, Kalimantan Utara
TNI AD Lanjutkan Progres Jembatan Penghubung Desa di Kecamatan Linge Aceh Tengah
Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:27 WIB

Ini Dia Lokasi 9 Jembatan Perintis Garuda Tahap 3 di Wilayah Korem 081/Dsj

Senin, 9 Maret 2026 - 12:15 WIB

LMP Berbagi sesama anak Bangsa, dengan Berbagi dan Menyantuni Anak yatim kita kuatkan Ukhuwah Islamiyah

Sabtu, 7 Maret 2026 - 12:36 WIB

Peringatan Hari Ulang Tahun Kostrad ke 65

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:52 WIB

Kunjungan Kerja Dubes LBBP RI Untuk Republik Islam Pakistan ke Mabes TNI

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:42 WIB

Penyusunan Batu Bata RTLH di Desa Mandiri

Berita Terbaru