BOGOR, CARIBERITA– Markas Besar Laskar Merah Putih (LMP) menggelar Rapat Evaluasi Kelompok Kerja (Pokja) 1 hingga 5 bersama Rapat Kerja Marcab Kabupaten Bogor atau Bogor Raya di Villa Cisarua Puncak, Jawa Barat, Kamis (16/10/2026).
Rapat dihadiri langsung oleh Ketua Umum LMP H. M. Arsyad Cannu, Ketua Dewan Pendiri Adek Erfil Manurung, SH, Ketua Harian 2 Ukur Purba, serta jajaran Waketum dan Kadep.
Dalam arahannya, *Ketua Dewan Pendiri LMP, Adek Erfil Manurung, SH,* menekankan pentingnya membangun jaringan strategis yang terarah.
“Siapa yang ditunjuk, jangan semua yang mengetahui link-link kementerian,” ujar Adek Erfil Manurung.
Menurutnya, jaringan tersebut dibutuhkan tidak hanya ke kementerian, tetapi juga ke penegak hukum maupun kehakiman, untuk memperkuat daerah.
“Minimal kita bisa mengkaryakan mereka dalam kegiatan-kegiatan, pekerjaan-pekerjaan yang diberikan oleh pemerintah pada ormas Laskar Merah Putih. Karena kita tidak digaji,” tegasnya.
*Evaluasi Kinerja Pokja dan Peran Medsos*
*Ketua Harian 2 LMP, Ukur Purba,* menyampaikan bahwa pembentukan Pokja 1-5 bertujuan menghidupkan aktivitas di Mabes.
“Sebenarnya keinginan kita adalah bagaimana membentuk sebuah pengurus organisasi yang solid,” ujar Ukur Purba.
Ia juga mengungkapkan Pokja 4 dan 5 telah menyiapkan sembilan surat audiensi ke kementerian.
“Satu-satunya yang sudah respon ada di Kementerian Tenaga Kerja. Kita sudah melakukan audiensi ke Balai Besar Vokasi di Bekasi,” jelasnya.
*OKK Sebagai Punggung Organisasi*
Sesi organisasi disampaikan oleh *Waketum Kebudayaan LMP, Thia Samsudin,* dan *Waketum OKK LMP, Burhan Saidi Chaniago.*
“Kuncinya di para wakil-wakil. Wasekjen harus aktif. Wasekjen ini motor penggerak sebuah organisasi. Ketum adalah lokomotifnya,” tegas Burhan.
*Dorong Citra Intelektual*
Waketum Hukum LMP, Surya Simbolon, SH, MH,* menekankan perubahan citra organisasi.
“Laskar Merah Putih itu jangan sampai dipandang sebagai organisasi premanisme, tetapi sebagai organisasi yang memiliki intelektual,” tegas Surya Simbolon.
Penajaman arah organisasi disampaikan oleh *Waketum Lingkungan Hidup LMP, Rusdi Legowo.* Ia menegaskan jati diri LMP sebagai ormas terbesar dan tertua.
“LMP sebagai Ormas terbesar dan tertua yang lahir dari rahim rakyat, tidak boleh hanya menjadi penonton pembangunan. LMP harus hadir sebagai JEMBATAN, MITRA KRITIS, DAN MITRA STRATEGIS Pemerintah,” tegas Rusdi Legowo.
“Arah organisasi kita jelas. Kita bukan oposisi, kita bukan asal setuju. Kita adalah Mitra Pemerintah. Setiap program LMP dari Mabes sampai Anak Ranting harus bersentuhan langsung dengan program pemerintah dan manfaatnya harus dirasakan masyarakat,” tegasnya dalam rapat.
Ia menambahkan, Mabes LMP mendorong agar setiap Markas Cabang memiliki Posko Pengaduan Masyarakat. LMP hadir membantu masyarakat menyelesaikan persoalan birokrasi, pertanahan, retribusi, dan lingkungan dengan cara audiensi, mediasi, dan kajian, bukan dengan anarkis.
“Dengan penajaman program ini, diharapkan Laskar Merah Putih semakin dicintai rakyat dan semakin dihormati pemerintah, sejalan dengan doktrin LMP,” pungkasnya.
*Ketua Marcab Bogor Raya, Boby R,* kami siap tindak lanjut instruksi Mabes.Bogor Raya Tancap Gas
Menutup rapat, *Ketua Umum LMP, H. M. Arsyad Cannu,* memberikan apresiasi.
“Saya sangat mengapresiasi Pokja I, II, III, IV dan V, juga Ketua Harian dan seluruh jajaran pengurus atas jalannya rapat Pokja di Bogor ini. Semoga berjalan lancar. Jangan sampai berhenti dan tetap semangat. Rapat ini saya tutup,” pungkas Arsyad Cannu.
Penulis : Nia




















