Inilah Ny. Eka Agustina Pratiwi, S.E Yang Menekuni Kerajinan Kain Sasirangan sejak 1984

Ny. Eka Agustina Pratiwi, S.E., istri dari Kolonel Czi Burhannudin, S.E., M.Si.,

- Penulis

Rabu, 8 April 2026 - 16:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Kisah Humanis Persit yang Menjaga Warisan dan Menguatkan Kemandirian

 

JAKARTA, CARIBERITA – Di balik kehidupan prajurit TNI Angkatan Darat, terdapat sosok-sosok perempuan tangguh yang mendampingi dengan setia sekaligus terus bertumbuh dalam peran sosial dan ekonomi. Mereka adalah anggota Persit Kartika Chandra Kirana, organisasi yang tidak hanya menjadi ruang kebersamaan, tetapi juga wadah berkembangnya kreativitas, kemandirian, dan semangat pemberdayaan.

Salah satu kisah yang mencerminkan semangat tersebut hadir dari Kalimantan Selatan. Ny. Eka Agustina Pratiwi, S.E., istri dari Kolonel Czi Burhannudin, S.E., M.Si., menapaki jejak budaya yang telah hidup di keluarganya sejak lama. Ia merupakan putri pertama dari pasangan H. Hasan Hairul dan Hj. Evawani Rosita, yang telah menekuni kerajinan kain Sasirangan sejak 1984. Dari lingkungan keluarga itulah kecintaan terhadap Sasirangan tumbuh, lalu berkembang menjadi karya, identitas, dan sumber penghidupan.

 

Ketertarikan Ny. Eka terhadap Sasirangan tidak sekadar lahir karena kedekatan keluarga dengan kerajinan tersebut. Ia juga terpikat oleh keindahan kain khas Banjar itu, terutama karena setiap motif mengandung makna dan nilai budaya. Bagi dirinya, Sasirangan bukan hanya tekstil tradisional, melainkan warisan yang memuat cerita, filosofi, dan kebanggaan daerah.

Dalam proses pembuatannya, Sasirangan menuntut ketekunan, ketelitian, dan kesabaran. Setiap helai kain dijahit dengan teknik jelujur untuk membentuk motif, kemudian melalui proses pewarnaan, termasuk dengan bahan alami, yang menghadirkan corak memikat dan khas. Dari proses yang cermat itulah lahir kain-kain bernilai seni tinggi, yang kemudian dikembangkan menjadi beragam produk seperti pakaian pria dan wanita, tas, hingga aksesori. Sasirangan, dengan demikian, tidak hanya hadir sebagai simbol budaya, tetapi juga menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi.

Baca juga :  Syukuran HUT Ke-60 Dharma Pertiwi Tahun 2024

 

Semangat berkarya itu mendapat penguatan dari lingkungan organisasi. Dukungan Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, Ny. Uli Simanjuntak, melalui program Persit Bisa menjadi energi penting bagi tumbuhnya pemberdayaan anggota melalui UMKM dan kerajinan lokal.

Di tingkat Koorcab Pusziad PG Mabesad, dukungan juga diberikan oleh Pembina Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Pusziad PG Mabesad Mayor Jenderal TNI Budi Hariswanto, S.Sos., M.A.P., serta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Pusziad PG Mabesad Ny. Prima Budi Hariswanto. Dukungan tersebut menjadi penguat bagi berkembangnya UMKM Sasirangan Kayuh Baimbai yang dikelola Ny. Eka Burhannudin.

 

Kehadiran Sasirangan Kayuh Baimbai dalam ajang Persit Bisa II menjadi bukti bahwa karya tradisional dapat tampil di ruang yang lebih luas, menjangkau lebih banyak orang, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Selatan. Kehadiran booth tersebut tidak hanya menjadi ruang promosi produk, tetapi juga sarana memperlihatkan bahwa kreativitas anggota Persit dapat bertumbuh menjadi kekuatan ekonomi keluarga tanpa melepaskan akar tradisi.

Kisah Ny. Eka menjadi gambaran humanis tentang bagaimana pemberdayaan perempuan dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya. Dari keterampilan yang diwariskan keluarga, lahir kreativitas. Dari kreativitas, tumbuh kemandirian. Dan dari dukungan organisasi, tumbuh keberanian untuk melangkah lebih jauh. Dalam konteks itulah Persit menunjukkan perannya, bukan semata sebagai pendamping, melainkan juga sebagai penggerak perubahan yang memberi nilai tambah bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

 

Pada akhirnya, Sasirangan bukan sekadar kain. Ia adalah warisan budaya, sumber inspirasi, sekaligus harapan yang dirajut dengan tangan-tangan telaten. Melalui karya seperti yang dilakukan Ny. Eka Burhannudin, tradisi tidak berhenti sebagai kenangan masa lalu, melainkan terus hidup, berkembang, dan memberi makna bagi masa kini. (Pen Pusziad)

Baca juga :  Panglima TNI Bersama Ketum Dharma Pertiwi Resmikan Kantor Dharma Pertiwi di Menteng

Penulis : Pen Pusziad

Editor : Puspen TNI

Sumber Berita: Pusziad

Follow WhatsApp Channel cariberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ajak Warga Gotong Royong Bersihkan Halaman Gereja
Mengurus Izin Nikah Personil Kodim 1714/Puncak Jaya
Bakti Sosial, Bersama Wanita TNI dan HUT ke-62 Dharma Pertiwi Tahun 2026
5th Philippines – Indonesia (Philindo) _Military Cooperation Meeting_ 2026
Pembekalan Kepada Peserta P3N dan P4N di Lemhannas
Rapat Kerja Pemerintah
Rakornisset TNI TA 2026
Koops TNI Habema Berbagi Kasih
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 18:47 WIB

Ajak Warga Gotong Royong Bersihkan Halaman Gereja

Jumat, 10 April 2026 - 18:41 WIB

Mengurus Izin Nikah Personil Kodim 1714/Puncak Jaya

Jumat, 10 April 2026 - 18:36 WIB

Bakti Sosial, Bersama Wanita TNI dan HUT ke-62 Dharma Pertiwi Tahun 2026

Jumat, 10 April 2026 - 18:31 WIB

5th Philippines – Indonesia (Philindo) _Military Cooperation Meeting_ 2026

Kamis, 9 April 2026 - 15:07 WIB

Pembekalan Kepada Peserta P3N dan P4N di Lemhannas

Berita Terbaru

Milter

Ajak Warga Gotong Royong Bersihkan Halaman Gereja

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:47 WIB

Milter

Mengurus Izin Nikah Personil Kodim 1714/Puncak Jaya

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:41 WIB

Milter

Pembekalan Kepada Peserta P3N dan P4N di Lemhannas

Kamis, 9 Apr 2026 - 15:07 WIB