Gelar Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Satelit Navayo

Kasus Dugaan Korupsi Satelit Navayo Digelar di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta

- Penulis

Rabu, 1 April 2026 - 16:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Satelit Navayo Digelar di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta

 

JAKARTA, CARIBERITA – Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta menggelar sidang perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan satelit Navayo periode 2012–2021 pada hari Selasa (31/3/2026), di ruang sidang utama Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, Jl. Penggilingan, Pondok Kopi, Jakarta Timur, sebagai terdakwa dalam sidang ini adalah Laksda TNI (Purn) Ir. Leonardi, M.Sc, Thomas Anthony Van Der Heyden (warga negara Amerika Serikat), serta Gabor Kuti Szilard (warga negara Hungaria) yang saat ini berstatus DPO.

 

Sidang dipimpin oleh Majelis Hakim yang diketuai Mayjend TNI Arwin Makal, SH, MH (Pangkat Lokal) dan Marsda TNI Mertusin, SH, MH (Pangkat Lokal) dan Laksda TNI Dr. Nur Sari Bahtiana, S.H., M.H. (Pangkat Tituler). Tim Penuntut Koneksitas merupakan gabungan antara Oditur Militer dengan Jaksa Penuntut Umum Jampidmil Kejagung RI selaku Penuntut Umum.

Terdakwa-1 Laksda TNI (Purn) Ir. Leonardi, M.Sc. didampingi tim Penasehat Hukum dari TNI AL (Kolonel Laut (H) Yanto Suryanto, SH, MH, Kolonel Laut (H) Sonny Prihadi, SH dan Kapten Laut (H) Sarifudin, SH dan Tim Penasehat Hukum dari Sipil. Terdakwa-2 Thomas Anthony Van Der Heyden didampingi Tim Penasehat Hukum dari Sipil.

 

Dalam persidangan, Tim Penuntut Koneksitas menyampaikan dakwaan bahwa para terdakwa diduga melakukan perbuatan melawan hukum dalam proses pengadaan yang tidak transparan dan akuntabel. Perusahaan Navayo International AG yang ditunjuk dinilai tidak memenuhi spesifikasi pekerjaan sesuai kontrak, sehingga berpotensi merugikan negara.

 

Melalui pelaksanaan sidang ini, TNI menegaskan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum yang transparan, profesional, dan akuntabel. TNI juga akan memberikan reward kepada prajurit berprestasi serta menjatuhkan punishment tegas terhadap prajurit yang melanggar hukum.

Baca juga :  Panglima TNI dan Kapolri Makan Siang Bersama Personel Pengamanan ISF 2024

Sumber Berita: Puspen TNI

Follow WhatsApp Channel cariberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Evakuasi 44 Pendulang Emas dari Gangguan OPM di Pegunungan Bintang
Panen Raya Udang di Kebumen
Ketangkep Karena Curi 2 Handphone Demi Judol
Pastikan Kesiapan Personel, Perlengkapan, Serta Dukungan Operasional Guna Proses Evakuasi Korban di Wilayah Pedalaman Korowai
Apes, Belum di Jual Hasil Curian, Dua Penjambret ini Ketangkep Polisi
Mewakili Kasad, Kasdam V/Brawijaya Melantik 17.702 Prajurit Tamtama TNI AD
Melalui Video Conference, Sidang ke-23 ASEAN Chiefs of Defence Forces Meeting (ACDFM)
Kamis Kemarin Serah Terima Jabatan Strategis TNI
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 18:48 WIB

Evakuasi 44 Pendulang Emas dari Gangguan OPM di Pegunungan Bintang

Senin, 25 Mei 2026 - 18:43 WIB

Panen Raya Udang di Kebumen

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:17 WIB

Ketangkep Karena Curi 2 Handphone Demi Judol

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:39 WIB

Pastikan Kesiapan Personel, Perlengkapan, Serta Dukungan Operasional Guna Proses Evakuasi Korban di Wilayah Pedalaman Korowai

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:05 WIB

Mewakili Kasad, Kasdam V/Brawijaya Melantik 17.702 Prajurit Tamtama TNI AD

Berita Terbaru

Milter

Panen Raya Udang di Kebumen

Senin, 25 Mei 2026 - 18:43 WIB

Hukum & Kriminal

Ketangkep Karena Curi 2 Handphone Demi Judol

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:17 WIB