Merespons Laporan Intelijen Ancaman Bahaya Bahan Peledak di Tiga Titik Mencurigakan

- Penulis

Minggu, 27 Juli 2025 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi Cepat TNI Hadapi Ancaman Bahan Peledak di Republik Afrika Tengah

AFRIKA TENGAH, CARIBERITA – Dalam situasi yang penuh ketegangan dan risiko tinggi, prajurit TNI dari Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) Kontingen Garuda (Konga) XXXVII-K yang tergabung dalam misi perdamaian PBB MINUSCA kembali menunjukkan ketangguhannya. Mereka bergerak cepat merespons laporan intelijen tentang dugaan keberadaan Improvised Explosive Device (IED) di tiga titik mencurigakan di sepanjang poros jalan Bouzum–Bocaranga, Bouzum, Republik Afrika Tengah, pada Jumat (25/7/2025).

Dengan kesiapsiagaan penuh, pasukan gabungan patroli dan tim Explosive Ordnance Disposal (EOD) TNI langsung dikerahkan ke lokasi. Langkah cepat ini diambil demi menjamin keselamatan masyarakat sipil dan personel misi PBB yang melintasi jalur vital tersebut setiap harinya.

Dalam operasi penuh risiko itu, Satgas Kizi TNI bersinergi dengan Batalyon Kamerun (CMRBATT), melakukan pendekatan kemanusiaan dengan menggali informasi langsung dari warga dan tokoh masyarakat setempat.

Hasilnya, satu lokasi mencurigakan berhasil diidentifikasi di dekat Desa Manga ditandai secara tradisional oleh warga dengan tumpukan ranting sebagai sinyal bahaya.

Dengan penuh kehati-hatian dan keberanian, Tim EOD Satgas Kizi melakukan penyisiran menyeluruh menggunakan peralatan deteksi khusus. Setiap jengkal tanah diperiksa dengan seksama dalam radius aman.

Ketegangan mereda setelah hasil akhir menunjukkan tidak ditemukannya bahan peledak atau IED di lokasi tersebut. Jalur Bouzum–Bocaranga pun dinyatakan aman dan dapat digunakan kembali.

Komandan Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-K Minusca, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han., memberikan apresiasi penuh terhadap semangat dan profesionalisme para prajuritnya dalam menghadapi situasi berbahaya tersebut.

“Keselamatan warga sipil dan seluruh personel misi adalah prioritas utama kami. Kecepatan bertindak, ketelitian prosedur, dan keberanian dalam operasi ini mencerminkan komitmen TNI untuk selalu hadir di garis depan menjaga perdamaian dan keamanan di wilayah misi,” tegas Dansatgas.

Baca juga :  Pengerjaan Plester Dinding dan Pasang Triplek RTLH di Desa Mandiri

Dengan sikap profesional, responsif, dan humanis, TNI menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya hadir, tetapi berperan aktif menjaga stabilitas dan perdamaian dunia. Misi perdamaian dunia terus menjadi panggilan kehormatan bagi TNI.

Follow WhatsApp Channel cariberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bhakti Pertiwi Hardiknas 2026 di SDN 1 Pomako
Danlanud Sapa Warga dan Dukung UMKM Lokal
Kebut Pemasangan Dinding Rumah Niko Makare 
Upacara Hardiknas di SD Naena Kekwa
Gagalkan Penyelundupan 1,2 Ton Timah Ilegal
Brigjen TNI Jimmy Watuseke, S.I.P., Melaksanakan Kunjungan Kerja ke Lokasi Sasaran TMMD di Kampung Keakwa
Gerak Cepat Layani Warga Yang Sakit
Berikan Pelayanan Kesehatan buat Ibu Modesta Akarepia
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 13:29 WIB

Bhakti Pertiwi Hardiknas 2026 di SDN 1 Pomako

Senin, 4 Mei 2026 - 13:24 WIB

Danlanud Sapa Warga dan Dukung UMKM Lokal

Senin, 4 Mei 2026 - 13:18 WIB

Kebut Pemasangan Dinding Rumah Niko Makare 

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:58 WIB

Upacara Hardiknas di SD Naena Kekwa

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:54 WIB

Gagalkan Penyelundupan 1,2 Ton Timah Ilegal

Berita Terbaru

Milter

Bhakti Pertiwi Hardiknas 2026 di SDN 1 Pomako

Senin, 4 Mei 2026 - 13:29 WIB

Milter

Danlanud Sapa Warga dan Dukung UMKM Lokal

Senin, 4 Mei 2026 - 13:24 WIB

Milter

Kebut Pemasangan Dinding Rumah Niko Makare 

Senin, 4 Mei 2026 - 13:18 WIB

Milter

Upacara Hardiknas di SD Naena Kekwa

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:58 WIB

Milter

Gagalkan Penyelundupan 1,2 Ton Timah Ilegal

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:54 WIB