Aksi Biadab dan Pengecut  OPM Bunuh dan Aniaya Guru dan Tenaga KesehatanBunuh dan Aniaya Guru dan Tenaga Kesehatan

- Reporter

Minggu, 23 Maret 2025 - 23:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi Biadab OPM Bunuh dan Aniaya Guru dan Tenaga Kesehatan di Yahukimo

YAHUKIMO, CARIBERITA – TNI telah melakukan evakuasi terhadap tenaga pengajar dan tenaga kesehatan pasca serangan yang dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Serangan yang terjadi pada Jumat, 21 Maret 2025, sehingga mengakibatkan satu orang meninggal dunia, enam orang luka-luka, serta fasilitas pendidikan terbakar.

Kapuspen TNI BrigjenTNI Kristomei Sianturi, menegaskan bahwa TNI berkomitmen untuk selalu melindungi masyarakat, terutama tenaga pendidik dan kesehatan yang bertugas di daerah terpencil.

“TNI telah mengerahkan personel untuk mengevakuasi korban, mengamankan wilayah, dan mendukung pemulihan situasi pasca tindakan biadab dan pengecut dari OPM” ujar Kapuspen TNI, Minggu (23/3/2025)

Serangan ini diduga dilakukan oleh kelompok OPM pimpinan Elkius Kobak, yang sebelumnya meminta sejumlah uang kepada para tenaga pengajar. Karena permintaan tersebut tidak dipenuhi, kelompok ini melakukan aksi kekerasan pembunuhan, dan menganiaya enam orang guru, membakar gedung sekolah dan rumah guru, serta menimbulkan ketakutan di masyarakat.

Sebagai respons cepat, TNI bersama aparat terkait telah berhasil mengevakuasi 42 tenaga pengajar dan tenaga kesehatan dari Yahukimo ke Jayapura. Selain itu, TNI meningkatkan pengamanan di wilayah rawan dan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menindak tegas pelaku serangan ini.

Keberadaan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan di Papua sangat penting bagi kemajuan dan masa depan masyarakat setempat. TNI akan terus mendukung perlindungan mereka serta memastikan keamanan di wilayah yang berpotensi mengalami gangguan keamanan.

Kapuspen TNI menegaskan bahwa TNI tidak akan tinggal diam terhadap aksi-aksi biadab dan pengecut yang mengancam keselamatan warga sipil dan stabilitas keamanan di Papua.

Baca juga :  Forum High-Level Committee (HLC) Combined Annual Report Meeting Indonesia–Singapore (CARM-INDOSIN) Ke-26
Follow WhatsApp Channel cariberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembangunan Rumah Ke-1 Type 36 Semi Permanen Capai 68 Persen
Dikejar Target Proses Pembangunan Rehab Jembatan
Pelantikan Pamong Praja Muda IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026
Sidang Pantukhir Pusat Seleksi Penerimaan Taruna Akademi TNI Tahun 2026
Kedatangan Tim Wasev TMMD ke-129 di Lokasi Wasile Tengah
Dansatgas TMMD Memantau Progres Pelaksanaan Rehabilitasi Jembatan
Memastikan Kesiapsiagaan Satuan Sekaligus Memberikan Motivasi Kepada Prajurit
Memaparkan Pemanfaatan Teknologi _Artificial Intelligence_ (AI) Sebagai Pendukung Proses Penulisan
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:15 WIB

Pembangunan Rumah Ke-1 Type 36 Semi Permanen Capai 68 Persen

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:13 WIB

Dikejar Target Proses Pembangunan Rehab Jembatan

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:09 WIB

Pelantikan Pamong Praja Muda IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:04 WIB

Sidang Pantukhir Pusat Seleksi Penerimaan Taruna Akademi TNI Tahun 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:00 WIB

Kedatangan Tim Wasev TMMD ke-129 di Lokasi Wasile Tengah

Berita Terbaru

Milter

Dikejar Target Proses Pembangunan Rehab Jembatan

Kamis, 30 Jul 2026 - 18:13 WIB

Milter

Kedatangan Tim Wasev TMMD ke-129 di Lokasi Wasile Tengah

Kamis, 30 Jul 2026 - 18:00 WIB