Api Hanguskan Harapan! Kebun Sawit Milik Warga Kayan Hilir Ludes, Kerugian Tembus Ratusan Juta

Kebun sawit seluas 5 hektar milik warga Desa Monbay Begunuk, Kayan Hilir, hangus terbakar tanpa diketahui pelakunya, menyisakan kerugian material besar dan denda adat yang ketat.

- Reporter

Kamis, 3 September 2026 - 00:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebun Sawit Seluas 5 Hektar Terbakar, Warga Kayan Hilir Rugi Ratusan Juta Rupiah

​

SINTANG, CARIBERITA — Kebakaran lahan kembali menelan korban. Akiam (62), seorang warga Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, harus mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah setelah kebun kelapa sawit miliknya seluas 5 hektar ludes terbakar.

​Peristiwa tersebut disampaikan oleh Ketua Kelompok Penyuluh Satgas Karhutla TNI wilayah Kayan Hilir, Kolonel Arh Saptarendra Prasada, S.T., M.M., dalam rilis resminya di Sintang, Selasa (1/9/2026).

​Kronologi Kejadian

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebun sawit berumur 2 tahun yang terletak di Belonti, Desa Monbai Begunuk, Kecamatan Kayan Hilir, itu terbakar pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 19.45 WIB. Sebanyak 500 pohon sawit hangus dilalap si jago merah.

​Akiam menegaskan bahwa dirinya tidak pernah membuka lahan dengan cara membakar, melainkan menggunakan alat berat berupa excavator kecil. Hingga kini, pelaku di balik kebakaran tersebut belum diketahui.

​”Saya tidak pernah membuka lahan dengan cara membakar, tapi gunakan excavator,” tegas Akiam.

​Terbentur Aturan Adat dan Kerugian Material

​Menurut Kolonel Saptarendra, aturan adat di Kayan Hilir sangat ketat terkait kebakaran lahan. Berdasarkan ketentuan adat setempat, penggantian kerugian untuk setiap pohon sawit yang terbakar dipatok sebesar Rp250.000 per pohon.

​Jika pelakunya tertangkap, total denda adat yang harus dibayarkan mencapai sekitar Rp100 juta lebih. Namun, karena pelaku tidak diketahui, Akiam hanya bisa pasrah menanggung kerugian seorang diri.

​Langkah Preventif Satgas Karhutla TNI

​Kasus ini ditemukan saat tim penyuluh pencegahan dan pengendalian Karhutla TNI melakukan kegiatan komunikasi sosial serta dialog dengan aparat dan tokoh adat setempat.

​Kolonel Saptarendra yang merupakan lulusan Akmil 1996 ini didampingi oleh tim penyuluh Satgas Karhutla lainnya, yakni Kolonel Laut (Kh) Chumaedy, Kolonel Kes Robbi Mandolin, serta Babinsa Koramil 1205-17/Kayan Hilir Sertu Daniel.

​”Akibat kelalaian seseorang, bisa berdampak terhadap kerugian orang lain yang nilainya sangat besar,” ujar Saptarendra.

​Sebagai langkah antisipasi, tim penyuluh berencana memperluas edukasi tidak hanya kepada petani, tetapi juga kepada para pemuda dan anak-anak sekolah.

Baca juga :  Logistik Tiba! Hercules TNI AU A-1328 Antar 500 APD dan Masker Untuk Tim Karhutla Kalsel

​Kebakaran diduga bisa terjadi secara tiba-tiba di musim kemarau akibat pemicu kecil seperti puntung rokok di tengah ranting dan daun yang mengering.

​Harapan Korban

​Meski harus merugi, Akiam menyambut baik kunjungan dan penyuluhan dari Satgas Karhutla TNI. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang dan masyarakat bisa lebih waspada.

​Dalam kesempatan tersebut, Akiam juga menyampaikan keinginannya untuk mengikuti program asuransi pertanian guna mengantisipasi risiko di masa depan, asalkan prosedur dan besaran premi tahunannya terjangkau.

​”Terima kasih atas kunjungannya, semoga ini bisa menyadarkan warga untuk lebih hati-hati. Dari kejadian ini, saya juga sebenarnya ingin ikut asuransi, tapi belum tahu bagaimana prosedurnya,” pungkas Akiam penuh harap.

 

Sumber Berita: Dispenad

Follow WhatsApp Channel cariberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Grand Final Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 Dibuka di GBK
Tambang Emas Tanpa PPKH Seluas 275 Hektare di Nabire, Jaksa Agung Cabut IUP PT Kristalin Ekalestari
Pantau Pulau Terluar Miangas, Cek Titik Nol dan Pos Pamtas Perbatasan
TNI Kerahkan 3 Pesawat Hercules C-130 dan CN-295 untuk OMC Karhutla di Sumsel dan Kalsel
Penertiban Hutan Pertambangan Emas Ilegal PT KEL
Sidang Kabinet Merah Putih Paripurna 2 Tahun Pemerintahan Prabowo Subianto
Pesawat Casa Tebar Dry Ice, OMC Karhutla Sumsel Kalsel Resmi Berjalan
Prosesi Pemakaman Mantan KSAD ke 20
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Grand Final Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 Dibuka di GBK

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Tambang Emas Tanpa PPKH Seluas 275 Hektare di Nabire, Jaksa Agung Cabut IUP PT Kristalin Ekalestari

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Pantau Pulau Terluar Miangas, Cek Titik Nol dan Pos Pamtas Perbatasan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:38 WIB

TNI Kerahkan 3 Pesawat Hercules C-130 dan CN-295 untuk OMC Karhutla di Sumsel dan Kalsel

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:31 WIB

Sidang Kabinet Merah Putih Paripurna 2 Tahun Pemerintahan Prabowo Subianto

Berita Terbaru