LMP Siap Turun Dampingi Korban dan Siap memberikan edukasi dan dukungan sosial

- Penulis

Minggu, 9 November 2025 - 11:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Umum Markas Besar Laskar Merah Putih (LMP) yang membidangi pemberdayaan ibu dan anak, Titin Sani

JAKARTA, CARIBERITA – Ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, melukai Jumlah orang yang mengalami luka-luka akibat ledakan dan telah bertambah sejak kejadian pada Jumat (07/11).

Terduga pelaku ledakan—yang merupakan pelajar sekolah tersebut—adalah salah satu yang terluka, Jumat (7/11/2025) siang, mengguncang dunia pendidikan.

Insiden yang terjadi di area musala sekolah itu menyebabkan puluhan korban luka, baik siswa maupun guru, dan menimbulkan keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan.

Wakil Ketua Umum Markas Besar Laskar Merah Putih (LMP) yang membidangi pemberdayaan ibu dan anak, Titin Sani, menyampaikan belasungkawa atas peristiwa ini.

Titin mengungkapkan rasa duka dan simpati mendalam kepada seluruh korban, keluarga, serta komunitas pendidikan di SMAN 72 Jakarta yang terdampak langsung atas peristiwa tragis tersebut.

“Kami menyampaikan duka cita dan keprihatinan yang mendalam terhadap seluruh korban, baik siswa, guru, maupun keluarga besar SMAN 72,” ujar Titin, dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu (9/11/2025).

Titin menyatakan, dugaan awal penyebab insiden ini berkaitan dengan tindakan perundungan (bullying) yang dialami pelaku. Ia menyebut hal itu bisa memicu tekanan emosional hingga berujung pada tindakan destruktif yang fatal.

“Kita tidak bisa hanya melihat kejadian ini dari sisi hukum dan keamanan. Ada persoalan mental, tekanan sosial, dan perasaan terpinggirkan yang mungkin tidak tertangani dengan baik di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Ia menilai, kejadian ini menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan bahwa masih banyak sekolah yang belum memiliki sistem pengawasan psikologis dan ruang konseling yang efektif bagi siswa.

Titin Sani menegaskan, dampak psikologis dari insiden ini tidak hanya dirasakan oleh korban luka, tapi juga menyebar ke seluruh ekosistem sekolah.

Baca juga :  Fakta Terbaru Kasus Tewasnya Pasutri di Cengkareng, Polisi Beberkan Kronologisnya

Rasa takut dan kehilangan rasa aman dapat berkembang menjadi trauma jangka panjang jika tidak segera ditangani secara profesional.

“Anak-anak korban maupun pelaku sama-sama membutuhkan perhatian. Jangan sampai pelaku hanya dilihat sebagai pihak bersalah, karena di balik tindakannya bisa terdapat luka batin dan trauma panjang akibat pengabaian sosial,” ujarnya.

Sebagai Waketum LMP yang aktif di bidang pemberdayaan ibu dan anak, Titin mendorong pemerintah untuk bergerak cepat dan mengambil langkah komprehensif.

Ia meminta Kementerian Pendidikan, Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan turun tangan bersama membentuk satuan krisis yang fokus pada pemulihan mental anak dan remaja.

Kementerian Pendidikan, Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan harus turun tangan bersama, membentuk satuan krisis yang berfokus pada pemulihan mental anak-anak bangsa.

“Ini bukan hanya tragedi individu, tetapi cermin rapuhnya sistem perlindungan psikologis di sekolah,” kata Titin.

LMP Siap Turun Dampingi Korban, Laskar Merah Putih (LMP) menyatakan siap berkolaborasi dengan pemerintah, sekolah, dan komunitas untuk memberikan pendampingan psikologis, konseling keluarga, serta sosialisasi anti-bullying.

“Kami siap turun langsung memberikan edukasi dan dukungan sosial. Anak-anak adalah aset bangsa. Mereka harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, diterima, dan dicintai,” pungkas Titin sani.

Follow WhatsApp Channel cariberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PMI, RSUD, dan TNI Evakuasi dan Pelayanan Kesehatan Warga Korban Pembakaran Honai Oleh KKB 
Klarifikasi PJ Sekda Kab Puncak Terkait Serangan KKB Adanya Keterlibatan Aparat
Bikin Resah, Rumah Warga Kampung Muara Distrik Pogoma di Bakar Anggota OPM Kodap III/Puncak Pimpinan Lekagak Talenggen
Berawal Dari Hobi, Merajut Jadi Wadah Bagi Ny. Zuhria Untuk Mengekspresikan Diri
Kembali Gugur Prajurit TNI Saat Bertugas di Lebanon
Koops TNI Papua Lumpuhkan DPO KKB Berpangkat Brigjen dan Selamatkan 21 Warga
Apel Gelar Pasukan Operasi Terpusat “Ketupat 2026” Dalam Rangka Pengamanan perayaan Idul Fitri 1447 H
Apel Operasi Ketupat Jaya 2026 Bersama Forkopimko dan Elemen Masyarakat
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 12:07 WIB

PMI, RSUD, dan TNI Evakuasi dan Pelayanan Kesehatan Warga Korban Pembakaran Honai Oleh KKB 

Senin, 20 April 2026 - 12:02 WIB

Klarifikasi PJ Sekda Kab Puncak Terkait Serangan KKB Adanya Keterlibatan Aparat

Senin, 13 April 2026 - 12:26 WIB

Bikin Resah, Rumah Warga Kampung Muara Distrik Pogoma di Bakar Anggota OPM Kodap III/Puncak Pimpinan Lekagak Talenggen

Senin, 13 April 2026 - 11:56 WIB

Berawal Dari Hobi, Merajut Jadi Wadah Bagi Ny. Zuhria Untuk Mengekspresikan Diri

Selasa, 31 Maret 2026 - 16:10 WIB

Kembali Gugur Prajurit TNI Saat Bertugas di Lebanon

Berita Terbaru

Milter

Pengarahan Kepada Ketua DPRD Seluruh Indonesia

Senin, 20 Apr 2026 - 12:17 WIB

Berita Utama

OPM Kembali Melukai Tiga Warga Distrik Sinak

Kamis, 16 Apr 2026 - 13:31 WIB