Laskar Merah Putih Mengecam Keras Penembakan Pekerja Migran di Malaysia

- Reporter

Selasa, 28 Januari 2025 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA CARIBERITA – Ketua Umum Laskar Merah Putih, H.M Arsyad Cannu, mengutuk keras insiden penembakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) oleh otoritas Maritim Malaysia, Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM), pada Jumat 24 Januari 2025 pukul 03.00 WIB di perairan Tanjung Rhu, Malaysia.

Dalam insiden tersebut, lima orang menjadi korban, di mana satu orang meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka. KBRI di Kuala Lumpur telah mengirimkan nota diplomatik meminta agar peristiwa tersebut diselidiki.

“Atas nama Laskar Merah Putih, kami mengucapkan turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya seorang pekerja migran kita ini dan mendoakan agar empat orang yang saat ini tengah dirawat bisa segera diberikan kesembuhan,” ungkap Arsyad Cannu saat ditemui awak media di Markas Besar LMP, Jakarta Barat, Selasa (28/1/2025).

Arsyad mengecam tindakan berlebihan APMM yang diduga terjadi karena pekerja migran tersebut akan keluar dari Malaysia melalui jalur ilegal.

“Pemerintah Malaysia harus mengusut penggunaan kekuatan secara berlebihan dalam kasus ini,” tegasnya.

KBRI Kuala Lumpur akan terus memantau penanganan peristiwa tersebut dan meminta akses kekonsuleran untuk menjenguk jenazah dan menemui para korban.

Saya selaku Ketua Umum, Markas Besar Laskar Merah Putih memberikan tanggapan terkait Penembakan oleh APMM atau Keamanan Maritim Malaysia terhadap Warga Negara Indonesia di Perairan Tanjung Rhu, Malaysia yang menewaskan satu WNI pekerja migran yang diduga akan keluar dari Malaysia melalui jalur ilegal.

Kami menyatakan sikap bahwa menolak penggunaan kekuatan militer yang melibihi batas wajar, sebab Warga Negara Indonesia tersebut tidak bersenjata, bukan teroris dan bukan bandar narkotika.

Tindakan Represif pihak Keamanan Maritim Malysia adalah bentuk pelanggaran hak asasi manusia dan telah melecehkan martabat Bangsa Indonesia.

Baca juga :  Rapat Kerja Pemerintah

Karena itu kami meminta agar peristiwa hukum tersebut diselidiki secara transparan dan meminta kepada Pemerintah Negara Malysia untuk memulihkan hak korban dan menyampaikan permintaan maaf.

Serta kami mendukung Pemerintah Republik Indonesia untuk mengirim Nota Diplomatik, menyatakan protes dan mengutuk keras perbuatan tersebut.

Follow WhatsApp Channel cariberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tambang Emas Tanpa PPKH Seluas 275 Hektare di Nabire, Jaksa Agung Cabut IUP PT Kristalin Ekalestari
Sidang Kabinet Merah Putih Paripurna 2 Tahun Pemerintahan Prabowo Subianto
Presiden RI Turun Tangan, Panglima TNI Siaga Hercules & Dry Ice
Ratas Karhutla di Istana Kepresidenan
Taklimat Presiden, 800 Pati TNI-Polri Satukan Visi
GILA! Satgas PKH Selamatkan Uang Negara Rp 52 Triliun – Prabowo: Ini Hasil Nyata!
Presiden Prabowo Lantik Kapolri & Wakapolri Baru! Panglima TNI Hadir di Istana Negara
RUU Reforma Agraria Dibahas di Baleg DPR, TNI Tekankan Lahan Pertahanan Harus Aman & Tak Tersentuh
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Tambang Emas Tanpa PPKH Seluas 275 Hektare di Nabire, Jaksa Agung Cabut IUP PT Kristalin Ekalestari

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:31 WIB

Sidang Kabinet Merah Putih Paripurna 2 Tahun Pemerintahan Prabowo Subianto

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Presiden RI Turun Tangan, Panglima TNI Siaga Hercules & Dry Ice

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Ratas Karhutla di Istana Kepresidenan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Taklimat Presiden, 800 Pati TNI-Polri Satukan Visi

Berita Terbaru

Milter

Dua Prajurit Puspenerbad Gugur Saat Padamkan Karhutla

Kamis, 5 Nov 2026 - 17:07 WIB

Berita Utama

21 Ribu Prajurit TNI AL Disiagakan di Jakarta, Ada Apa?

Kamis, 5 Nov 2026 - 00:52 WIB